Recent Posts

q

Senin, 25 Juli 2011

konsep kecerdasan emosional dalam pendidikan islam


Konsep Kecerdasan Emosional dalam Pendidikan Islam
Konsep kecerdasan emosional terkait dengan sikap-sikap terpuji dari kalbu dan akal yakni sikap bersahabat, kasih sayang, empati, takut berbuat salah, keimanan, dorongan moral, bekerja sama,
beradaptasi, berkomunikasi dan penuh perhatian serta kepedulian terhadap sesama makhluk ciptaan Tuhan.
Adapun ciri yang memandai kecerdasan emosional dalam pendidikan Islam terdapat pada
pendidikan akhlak. Para pakar pendidikan Islam dengan berbagai ungkapan, pada umumnya sepakat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membina pribadi muslim yang sempurna dan taat dalam beribadah. Termasuk salah satunya adalah akhlak mulia. Al-Akhlak al-karimah dalam Islam adalah hal yang berhubungan dengan kecakapan emosi dan spiritual seperti konsistensi (istiqamah), rendah
Secara terminology akhlak menurut Imam Al-Gazali ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa melakukan pemikiran dan perkembangan. Lihat Abu Hamid Muhammad al-Gazali  ihya Ulum al-Din  Jilid III (Beirut: Daral-hati (tawadu), usaha keras (tawakkal), ketulusan (ikhlas), totalitas (kaffah), keseimbangan (tawazun), integritas dan penyempurnaan (ihsan).
Kecerdasan emosional dalam Islam disebut kognitif Qalbiyah karena hati merupakan pendidikan akhlak, sebagaimana uraian pada bab sebelumnya olehnya itu hati
harus dididik, diperbaiki, diluruskan, diberi perhitungan dan diberi teguran. Pendidikan dan pelurusan hati bertujuan memunculkan kecerdasan yang dimilikinya atau untuk mengobati penyakit-penyakit psikis yang diderita. Dengan dididik dan diluruskan, hati akan dapat menggapai kondisi-kondisi rohani positif dan sifat-sifat kesempurnaan.
Para pakar pendidikan Islam dengan berbagai ungkapan, pada umumnya sepakat bahwa tujuan pendidikan Islam adalah membina pribadi muslim yang sempurna dan taat dalam beribadah.
Termasuk salah satunya adalah akhlak mulia.  Al-Akhlak al-karimah  dalam Islam adalah hal yang berhubungan dengan kecakapan emosi dan spiritual seperti konsistensi  (istiqamah),  rendah hati (tawadu),  usaha keras  (tawakkal),  ketulusan  (ikhlas),  totalitas  (kaffah),  keseimbangan  (tawazun), integritas dan penyempurnaan (ihsan)
Para pakar pendidikan telah mengemukakan bahwa pendidikan Islam di samping
berupaya membina kecerdasan intelektual, keterampilan dan raganya, juga membina jiwa dan hati nuraninya.

 Berarti secara umum pendidikan Islam membina kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ). Di samping kedua kecerdasan tersebut, pendidikan Islam juga membina kecerdasan spritiual (SQ). Bahkan dalam konsep pendidikan Islam, kecerdasan spiritual adalah landasan IQ dan EQ. Kecerdasan intelektual tidak  mengukur kreativitas, kapasitas emosi, nuansa spiritual, dan hubungan sosial, sedangkan kecerdasan  Qalbiyah  (kognitif  Qalbiyah) apabila telah mendominasi jiwa manusia maka akan menimbulkan kepribadian yang tenang.
Tanda-tanda kecerdasan spiritual ditandai oleh kemampuan bersikap fleksibilitas, tingkat
kesadaran diri yang tinggi, kemampuan memanfaatkan penderitaan, kemampuan melawan rasa sakit, kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai-nilai keengganan menyebabkan kerugian yang tidak perlu, kemampuan melihat keterkaitan segala hal, selalu bertanya mengapa? Atau bagaimana untuk mencari jawaban yang mendasar dan kemandirian dalam berpikir.Pada prinsipnya kita harus sadar bahwa “setiap manusia memiliki segudang kecerdasan, tetapi jika tidak dibarengi dengan kecerdasan  spiritual jiwa manusia tidak akan merasakan kebahagiaan.
Toto Tasmara mengemukakan bahwa betapa pun banyak kecerdasan yang dimiliki seseorang, tetapi tidak dibarengi dengan kecerdasan spiritual maka dengan sendirinya kecerdasan yang lain tidak akan berguna sama sekali.
Hal tersebut senada dengan pandangan Ary Ginanjar bahwa kecerdasan emosional dan spiritual semestinya tidak boleh dipisahkan karena kecerdasan emosional yang tidak dibarengi kecerdasan spiritual akan menyebabkan manusia menjadi sesat dan spekulatif.
Oleh karenanya, mengabaikan potensi kecerdasan spiritual pada anak dapat membawa
masalah di kemudian hari.  Dalam konteks peningkatan kecerdasan spiritual dan moral, pendidikan Islam harus mampu menguatkan iman, akidah, dan pengetahuan terhadap nilai-nilai spiritualitas dan moralitas Islam sesuai dengan hukum-hukum, ajaran-ajaran, dan moral agama Islam. Pendidikan spiritual atau sering disebut  al-Tarbiyah al-Ruhiyah,  harus ditekankan dalam pendidikan Islam. Mengingat pentingnya spiritualitas ini bagi kehidupan, suatu pendidikan Islam harus didasarkan pada falsafah bahwa pendidikan adalah proses menuju kesempurnaan.

0 komentar:

Poskan Komentar